PLN Kebocoran 17 Juta Data Pelanggan, Kita Akan Evaluasi kata Mekominfo!

PLN Kebocoran 17 Juta Data Pelanggan, “Kita Akan Evaluasi” kata Mekominfo!

PLN Kebocoran 17 Juta Data Pelanggan, “Kita Akan Evaluasi” kata Mekominfo!

PLN Kebocoran 17 Juta Data Pelanggan, Kita Akan Evaluasi kata Mekominfo!

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate angkat bicara terkait dugaan kebocoran data milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dijual di forum internet.

Sebuah akun bernama “lolyta” mengaku telah mengantongi data pribadi 17 juta pelanggan PLN yang dijualnya di forum online bernama Breach Forum.

Sedangkan data sensitif yang bocor meliputi informasi nama pelanggan, nama konsumen, alamat hingga jumlah listrik yang dikonsumsi konsumen.

“Kami memeriksa, jangan salah paham. Sudah saya sampaikan berulang-ulang agar teknologi keamanan, enkripsi itu harus kuat di semua lini penyelenggara sistem yang menggunakan data masyarakat memberikan perlindungan,” ungkap Menkominfo di Jakarta (19/8/2022).

Di saat bersamaan, Menkominfo mengungkapkan bahwa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga melakukan pendampingam teknis.

“Kita sedang evaluasi terkait bahwa informasi potensi kebocoran data di persero PLN. Sampai saat kemungkinan itu bisa saja terjadi, namun kebocoran datanya tidak terkait dengan data eksisting di PLN, mungkin saja itu data lama,” tuturnya.

Kendati begitu, Johnny mengatakan jika data yang ada adalah data yang mestinya dijaga jangan sampai bocor. Menurutnya, jika itu terjadi, manajemen harus ditingkatkan.

“Kominfo sendiri yang memberi dan mengirimkan form kejadian, kami menunggu laporan untuk mengecek apa yang terjadi. BSSN juga merupakan mitra PLN untuk mengamankan data center PLN,” pungkasnya.

Dalam keterangannya, Jumat (19/08), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan kebocoran tersebut diunggah oleh salah satu anggota forum bernama “Loliyta” pada Kamis, 18 Agustus. Unggahan tersebut juga mencakup demonstrasi hasil data dalam contoh database pelanggan PLN. “Saat dicek, data yang diberikan hanya berisi 10 pelanggan PLN. Dari data tersebut terdapat sejumlah informasi pelanggan PLN, seperti nama, ID pelanggan, alamat, jenis pelanggan, limit daya dan lain-lain,” jelas ketua panitia. lembaga penelitian siber CISSReC (Pusat Penelitian Keamanan Sistem Komunikasi & Informasi).

Baca Juga :   Terbaru ! Park Hyatt Jakarta opening 2022

Pratama mengatakan sampel lengkap ada ID, Idpel, Nama, Nama Konsumen, Jenis Energi, Kwh, Alamat, Nomor Meter, Satuan Upi, Jenis Meter, Nama Satuan Upi, Satuan Ap, Nama Satuan Ap, Satuan Atas, Nama Satuan Atas. Saat memeriksa nomor identifikasi pelanggan yang disediakan di platform pembayaran sampel, nama pelanggan akan ditampilkan sesuai dengan sampel data yang diberikan. Dengan demikian, kemungkinan data yang bocor tersebut adalah data pelanggan milik PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.