Data Pelanggan yang Diduga Bocor Dari Indihom, Ini Tanggapan Dari Telkom!

Data Pelanggan yang Diduga Bocor Dari Indihom, Ini Tanggapan Dari Telkom!

Data Pelanggan yang Diduga Bocor Dari Indihom, Ini Tanggapan Dari Telkom!

Data Pelanggan yang Diduga Bocor Dari Indihom, Ini Tanggapan Dari Telkom!

Perwakilan Telkom Group mengatakan data IndiHome yang diduga bocor tidak valid, dan perusahaan telekomunikasi milik negara itu mengatakan masih menyelidiki data tersebut.

“Sejak pagi ini kami melakukan verifikasi dan verifikasi keabsahan data. Temuan awal data tersebut salah dan tidak valid,” kata Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Telkom Ahmad Reza dalam laporan singkat kepada ANTARA. , Minggu (21/822).

Berdasarkan penyelidikan awal, Telkom mengatakan tidak pernah memberikan email kepada pelanggan IndiHome dan domain alamat mereka adalah @telkom.co.id.

Sebuah survei terhadap sekitar 100.000 sampel mengungkapkan bahwa data Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak cocok. “Di Telkom sendiri, akses data pelanggan sulit karena ada lapisan enkripsi dan firewall,” kata Reza.

Menurut Telkom, jumlah pelanggan IndiHome saat ini mencapai 8 juta. Peretas mengklaim memiliki 26 juta riwayat penelusuran di saku mereka. Ia mengatakan, browsing history tersebut bukan dari internal Telkom melainkan dari situs lain.

“Ada kemungkinan data riwayat penelusuran telah diretas karena akses ke situs terlarang. Kita semua perlu menggunakan akses internet dengan bijak dan berhati-hati dengan situs terlarang karena mengandung malware, ”kata Reza. Telkom juga menemukan sampel data tahun 2018.

Dalam keterangan terpisah, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan sedang menyelidiki dugaan kebocoran data pelanggan oleh IndiHome. Kementerian akan segera memanggil manajemen Telkom untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk meningkatkan implementasi privasi Telkom sekaligus berkoordinasi dengan Badan Siber Nasional dan Badan Sandi Negara (BSSN),” kata dia. Dirjen Aplikasi Komunikasi dan Informatika. , Semuel Abrijani Pangerapan. Tersebar di media sosial bahwa 26 juta pelanggan IndiHome sedang menelusuri data riwayat termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.

Baca Juga :   Baru Kasus Varian Omicron naik 6 Kali Lipat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.