Mafia Tanah

Marak! Kasus Mafia Tanah, Bagaimana Cara Menghindarinya

Polisi menggeledah Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait kasus mafia tanah yang sedang marak dibicarakan setelah banyaknya Public Figure yang tertipu oleh mafia tanah

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, dari hasil penggeledahan tersebut, ditemukan sertifikat yang seharusnya diserahkan tapi menumpuk selama bertahun-tahun. “Hari ini kita melakukan penggeledahan ternyata kita temukan sertifikat-sertifikat yang seharusnya sudah diserahkan dari tiga tahun lalu, tapi ternyata belum diserahkan. Ini kasihan masyarakat,” kata Kombes Hengki Haryadi di kantor BPN Jaksel, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022)

Apa itu Mafia Tanah?

Mafia Tanah adalah kelompok yang bekerja sama secara terorganisir untuk mengambil hak tanah secara illegal milik orang lain. Mafia tanah memiliki beberapa modus yang umum dilakukan. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. Pemalsuan Dokumen

Modus pertama yang paling umum dilakukan adalah pemalsuan dokumen. Pelaku tindak kejahatan ini mengincar korban pemilik yang merupakan pemilik aset tanah dan mencuri sertifikat tanah mereka. Dokumen tersebut kemudian akan dipalsukan sehingga menjadi nama pelaku dengan bantuan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan tokoh masyarakat setempat yang sudah bekerja sama.

  1. Mencari Legalitas di Pengadilan

Bukan cuma memalsukan dokumen, mafia tanah juga sering melakukan aksinya dengan mencari legalitas di pengadilan. Jadi ketika dokumen kepemilikan tanah sudah dipalsukan, pelaku akan menggugat pemilik tanah yang sah di pengadilan dengan bukti alas hak palsu tadi. Ironisnya, karena mafia tanah di sini berperan sebagai penggugat, dokumen palsu tersebut tidak akan diuji materiil oleh pengadilan. Kacau!

Baca Juga :   Luar biasa ! Prakerja Gelombang 33 dan 34

Sebab dalam sidang perdata berlaku aturan bahwa siapa yang menggugat, maka pihak tersebut yang harus mendalilkan.

Inilah yang membuat mafia tanah kerap menang di pengadilan ketika melancarkan modus ini. Hukum kita yang lemah atau mafia ini yang cerdik?

  1. Memalsukan Surat Kuasa Pengurusan Hak atas Tanah

Modus lain yang sering dilakukan oleh mafia tanah adalah memalsukan surat kuasa untuk mengurus hak atas tanah. Setelah mencuri sertifikat tanah yang asli, pelaku kemudian akan membuat surat kuasa palsu untuk bisa mengganti nama pemilik tanah di BPN.

  1. Bekerja Sama dengan Oknum Aparat atau Pemerintah

Aksi mafia tanah pada akhirnya akan sulit dilancarkan jika tidak ada dukungan dari “orang dalam” alias oknum aparat. Pelaku ini bisa jadi berupa notaris atau PPAT, kepala desa, ketua RT atau RW, petugas kantor pertanahan dan BPN, bahkan hingga jaksa.

Cara Menghindari Mafia Tanah

Agar kamu tidak terperangkap dengan jebakan mafia tanah, kamu harus mengetahui cara menghindarinya yang baik dan benar berikut ini.

  1. Jangan menyerahkan sertifikat tanah atau surat berharga lainnya kepada pihak yang tidak kamu kenali. Simpan baik-baik.
  2. Selektif dalam memilih Pejabat Pembuat Akta Tanah atau Notaris. Pilih PPAT atau Notaris yang berpengalaman dan teruji.
  3. Bertemu langsung dengan pembeli.
  4. Aktif mendampingi PPAT setiap ada kegiatan.

Sekian berita kasus Mafia Tanah dan Cara menghindarinya, semoga bermanfaat!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.