Diplopia

Penting ! Diplopia, Jenis Gangguan Penglihatan Ganda

Diplopia Sebagian manusia bisa alami.

Diplopia ialah keadaan saat seorang menyaksikan dua gambar d

ari 1 hal sama.
Pandangan ini dikatakan sebagai pandangan double.
Dikutip WebMD, seorang kemungkinan alami pandangan double pada satu mata atau ke-2 mata sekalian.
Biasanya, pandangan double di ke-2 mata jadi tanda-tanda masalah yang lebih serius dibanding diplopia pada satu mata.
Diplopia pada satu mata disebutkan diplopia monokular.

Sisi mata apa yang turut serta diplop monokular?
monokular mengikutsertakan kornea mata yang bekerja memusatkan sinar ke mata.

Bila diplopia seorang bisa lenyap saat tutup satu mata dan akan kembali terlihat saat buka mata lainnya, karena itu peluang kornea mata alami diplopia.

Ini bisa terjadi saat kornea alami kerusakan sebagai berikut:

1. Keratoconus yakni saat kornea mata berupa kerucut;

2. Infeksi seperti herpes zoster atau herpes;

3. Sisa luka;

4. Kekeringan;

5. Kerusakan pada lensa mata, misalkan katarak.

Dan diplopia double terjadi saat ke-2 mata terbuka atau disebutkan diplopia binokular.

Beberapa bagian mata yang turut serta diplopia binokular (ganda)

1. Otot
Otot mata berperan mengatur pergerakan mata dan jaga ke-2 mata masih tetap sejajar.
Bila otot di satu mata kurang kuat, karena itu otot mata lainnya tidak bisa bergerak dengan sesuai.

Saat seorang menyaksikan memakai mata yang mempunyai otot kurang kuat maka kelihatan pandangan double.

2. Saraf
Saraf pada mata berperan bawa info dari otak mata ke mata.
Ada tiga permasalahan kesehatan yang memengaruhi saraf mata, yakni multiple sclerosis, sindrom Guillain-Barre, dan diabetes.
Ke-3 permasalahan kesehatan itu bisa lemahkan saraf mata.

Baca Juga :   ZTE Akan Rilis Smartphone di Indonesia pada September 2022

3. Otak
Saraf mata yang mengatur mata akan tersambung langsung ke otak.
Otak sebagai tempat di mana sebuah gambar yang dikirimkan dari mata mulai diolah.
Banyak pemicu pandangan double (diplopia binokular) diawali di otak, salah satunya:

– Stroke;

– Aneurisma;

– Kenaikan penekanan dari cidera, pendarahan, atau infeksi;

– Tumor;

– Sakit di kepala migrain.

Tanda-tanda Diplopia

Seorang yang menanggung derita penyakit mata ini harus memerhatikan berapa tanda-tanda yang kemungkinan ada.
Mereka bisa rasakan langsung saat sebelum memeriksa diri ke dokter.

Gejala-gejala  yakni:

1. Rasakan satu atau ke-2 mata tidak sejajar, misalkan mata yang berputar-putar atau mata juling;

2. Sakit saat gerakkan mata;

3. Ada merasa sakit disekitaran mata seperti pada pelipis atau alis;

4. Sakit kepala;

5. Mual;

6. Merakan kekurangan di tempat mata atau pada tempat lain;

7. Kelopak mata turun.

Ada banyak test yang umumnya dilaksanakan oleh dokter saat sebelum ketahui pemicu Penyakit ini dengan jelas.
Tetapi, seorang bisa memeriksa lebih dulu di dalam rumah dengan pastikan banyak hal berkaitan pandangan mereka.

Banyak hal yang bisa dilaksanakan seorang yang peluang sedang menanggung derita penyakit ini yakni:

1. Coba konsentrasi pada suatu hal yang tidak bergerak, seperti jendela atau pohon.

2. Yakinkan urutan ke-2 gambar itu apa bersebelahan, miring atau tegak, dan tinggi atau pendek.

3. Yakinkan ke-2 gambar itu terang atau mungkin tidak, kelihatan kabur atau terang?

4. Tutup satu mata dan berpindah, yakinkan mata bisa menyaksikan benda secara jelas atau mungkin tidak, baik saat tutup satu mata atau dua mata.

5. Coba gerakkan bola mata sama arah jarum jam atau bersimpangan jarum jam.

Baca Juga :   Oppo Meluncurkan ColorOS 13, Simak Fitur Unggulannya!

6. Coba memiringkan kepala ke kiri atau ke kanan dan rasakan status yang mana jadikan pandangan tambah jelek.
Penangkalan penyakit mata ini

Dikutip essilorusa.com, diplopia bisa dihindari dengan kurangi permasalahan pada factor pemicunya.
Berikut cara-cara menahan diplopia:

1. Mengontrol diabetes (untuk pasien diabetes)
Seorang yang menanggung derita diabetes harus ikuti perawatan dan penangkalan penyakit ini agar menurnkan resiko pandangan double.
Pada pasien diabetes type 2, resiko diplopia harus di turunkan dengan mengaplikasikan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan sehat, banyak olahraga, dan jaga berat tubuh.

2. Menahan perubahan katarak

Tiap orang harus jaga organ mata.
Seorang bisa kenakan kacamata hitam saat melakukan aktivitas di luar ruang dan terserang cahaya matahari, dan menghindar rokok dan makanan yang kurang sehat.

3. Menangani mata kering
Organ mata memerlukan kelembapan yang pas supaya tidak kering.

Pandangan double bisa dihindari dengan memakai obat tetes mata saat mata berasa kering.

Disamping itu, seorang harus kurangi kemelut mata karena kelamaan memandang monitor monitor.

4. Membuat perlindungan diri dari cidera kepala

Diplopia bisa disebabkan karena masalah di kepala dan otak.

Untuk kurangi resiko diplopia seorang harus jaga diri dari cidera kepala dan tutup kepala saat berkendaraan dengan sepeda atau sepeda motor.
Cidera kepala dapat dihindari dengan memakai perlengkapan perlindungan saat olahraga dan beraktivitas yang bisa mencederai mata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *