Sekelumit Sejarah Gunung Semeru

Pertama Sekelumit Sejarah Gunung Semeru abad 15

Pertama Sekelumit Sejarah Gunung Semeru

Letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, tiba-tiba mengejutkan semua orang yang mengira gunung di puncak Gunung Mahamel akan meletus pada Sabtu (4/12/21).

Semeru adalahgunung tertinggi ketiga di Indonesia sebelumnya adalah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tungara bagian barat.
Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal sebagai Jungling Saroko.

Tanda Alam

Sebelum erupsi, banyak warga yang merasakan fenomena aneh seperti perubahan air sungai dan gemuruh yang terkait dengan getaran kecil di kaki Gunung Semeru. Setelah itu, Semeru meletus pada pukul 15.30 WIB, dan awan panas meletus di udara di atas puncak.

denganmeletusnya Gunung Semeru baru-baru ini, banyak kepercayaan penduduk yang mengaitkannya dengan ramalan Jayabaya. Melihat banyaknya video amatir yang ramai diperbincangkan di media sosial, masyarakat umum sepertinya takut akan amukan Gunung Semeru. Hingga Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 21.00WIB, satu orang dilaporkan tewas akibat letusan Gunung Semeru dan saat ini dievakuasi.

Tak hanya itu, hingga saat ini masih belum jelas apakah delapan orang terjebak lahar panas dan nasib mereka masih bisa diselamatkan atau tewas.

Dampak Erupsi

Belakangan, rumah-rumah di sekitar Gunung Semeru hancur akibat erupsi awan panas. Empat puluh satu orang dilaporkan telah terbakar. Demikian disampaikan Wakil Bupati Lumajan Indamasdar dalam konferensi pers bersama yang dipimpin langsung Letjen Sharianto Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu, 4 Desember 2018. , Malam tahun 2021.

Namun, melihat efek letusan, kemungkinan kerugian fisik sangat tinggi.
Diperkirakan letusan tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup serius. Kepulan asap membubung tinggi dan penduduk berlarian histeris. Warga yang melihat erupsi berlarian menyelamatkan diri dari awan panas yang pekat.

Baca Juga :   Oppo A57 Rilis di Indonesia, Harga Cuma 2 Jutaan!

Sejarah Letusan

Melihat catatan sejarah letusan Gunung Semeru, terjadi peristiwa yang sangat besar pada tanggal 8 November 1818, 200 tahun yang lalu.
Kemudian, pada 2 Februari 1994, Gunung Semeru kembali meletus. Kemudian terjadi delapan kali letusan pada tahun 2000-an.

Kemudian, letusan besar terjadi pada Natal 2002. Kemudian, yaitu pada 1 Desember 2020, Gunung Semeru kembali erupsi, setelah itu guguran awan panas turun dari puncak dengan jarak luncur 2 hingga 11 kilometer. Letusan Gunung Semeru ini banyak yang mengaitkan dengan legenda gunung tertinggi di Jawa dan ramalan Jayabaya. Lihat saja legenda hidup yang masih dipercaya ooleh masyarakat, khususnya yang berada di kaki Gunung Semeru.

Legenda Paku Bumi Pulau Jawa

kitab Tantu Pageraran abad ke-15, terterabahwa keadaan bumi menjadi miring karena Gunung Meru di India terlalu berat dan menyebabkan Pulau Jawa tidak stabil.

Pulau Jawa bergoyang tidak stabil di laut dengan gelombang yang sangat intens.
Melihat pulau yang seperti itu, para dewa Hindu menyetujuiuntuk memaku Jawa dengan memindahkan Gunung Meru yang berasal dari India.

Untuk menjalankan tugasnya, para dewa berubah bentuk. Dewa Wisnu bereinkarnasi sebagai kura-kura raksasa, dan Dewa Brahma bereinkarnasi sebagai ular raksasa.
Kemudian, Gunung Meru dibawa di belakang Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma membungkus erat gunung tersebut agar tidak jatuh selama perjalanan.

Setibanya di pulau Jawa, Gunung Meru pertama diletakkan di bagian barat , tetapi bagian timur Jawa tidak seimbang dan lalu terangkat.
Akhirnya, Gunung Meru telah pindah ke timur. Dalam perjalanan dari timur ke barat, bagian dari Gunung Meru tersebar, membentuk barisan pegunungan dari barat ke timur.
Namun, Jawa masih miring. Akhirnya, para dewa memotong bagian dari gunung dan menempatkannya di barat laut.

Baca Juga :   Baru Kasus Varian Omicron naik 6 Kali Lipat

Bagian dari Gunung Semeru membentuk Gunung Pawitra, dan bagian utama dari Gunung Meru membentuk Gunung Semeru, yang diyakini sebagai tempat tinggal Dewa Siwa.
Dalam teks Prana, India, yang termasuk dalam Upaweda, Tuhan Yang Maha Esa yang bersemayam di puncak Mahamel dikatakan dikenal sebagai Gunung Himawan atau Kali Lhasa, yang memiliki salju abadi.

Di sanalah Dewa Siwa mengungkapkan ajarannya kepada dewi gunung Dewi Mutiara Vati. wilayah Jawa adalah nama yang diberikan Dewa Siwa karena dahulunya ditumbuhi tanaman millet.
Dalam agama Hindu, Gunung Meru dianggap menghubungkan bumi dan surga.

Misteri Semeru Arcopodo

Dikenal sebagai gunung suci, Semeru memiliki misteri di sekitarnya. Salah satunya adalah Arcapada (Arcopodo).
Arcopodo dikenal sebagai pos terakhir untuk mendaki Gunung Semeru. Nama Alkapada berasal dari kata Alka dan Pada yang artinya patung yang sama. Patung kembar ini konon melindungi gerbang magis yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu.

Pelayan Dewi Ranu Kumboro

Namun, ada mitos bahwa ada dewi mirip perempuan yang sering muncul dalam kebaya kuning, dan kepulan asap keluar saat bulan purnama.

Misteri wilayah Kerrick

Distrik Kerick adalah tempat di mana beberapa batu ditempatkan sebagai semacam “batu nisan” bagi mereka yang meninggal di Gunung Semeru.
Salah satunya milik Soe Hok Gie. Di kawasan Kerick, pendaki sering dikatakan mengalami kesurupan oleh roh manusia dan hewan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *