Bahan Bakar Pertalite

Terbaru Daftar Mobil Cocok Bahan Bakar Pertalite 2021

Daftar Mobil Cocok Bahan Bakar Pertalite

Daftar Mobil Cocok Bahan Bakar Pertalite. Presiden PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan, jenis kendaraan yang direkomendasikan untuk menggunakan Pertalite dengan angka oktan Research Octane Number (RON) 90 adalah transportasi dengan rasio kompresi tinggi 9-10.

“Apa Bila menggunakan Pertalite, kami sangat merekomendasikan kendaraan dengan rasio kompresi sekitar 9-10. Dalam kasus di atas, gunakan Pertamax untuk meningkatkan pembakaran kendaraan.”

Dwi menjelaskan, pada dasarnya Pertalite dibangun untuk memenuhi spesifikasi teknis otomotif terkini seperti MPV kelas menengah.

KendaraanYang disarankan Pertalite

Peltarite memberi konsumen lebih banyak pilihan saat menggunakan BBM, katanya. Dia mencontohkan kendaraan seperti LCGC. Sangat cocok digunakan karena memiliki rasio kompresi sekitar 9-10.

“Misalnya mobil seperti LCGC, Avanza, Xenia. Kalau soal sepeda, sepeda otomatik juga bisa memungkinkan Mio, Vario, Beat, dll pakai Peltarite,” ujarnya.

Namun, dia tetap mengaku telah menyerahkan konsumsi BBM kepada masyarakat sebesar RON90. Setelah itu, masyarakat umum dapat memilih berbagai bahan bakar, antara lain Premium, Peltamax, Peltamax Plus, Peltamax Dex, dan Peltalite.

“Kita kembalikan ke masyarakat. Terserah mau pakai yang mana. Kenapa Pertalite adalah produk BBM yang diresepkan Pertamina untuk konsumen yang menginginkan BBM pembakaran lebih bagus dengan harga terjangkau. Karena itu variasi, langkah ini juga terinspirasi dari perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, jadi terserah orang mau pakai Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex, atau Pertalite,” ujarnya.

Apa kelebihan Pertalite dibandingkan premium?Keterangan Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan Pertalite .

Manfaat Pertalite

– Bahan bakar Pertalite memiliki nilai RON (research octane number) 90 yang unggul dari bahan bakar premium dengan skala nilai RON 88.

Baca Juga :   Vivo V25 Series Resmi Rilis, Casingnya Bisa Berubah Warna!

– Pertalite dengan angka RON 90 dikatakan mampu menstabilkan knocking mesin kendaraan dan mencapai pembakaran mesin yang optimal.

– Jenis Pertalite menawarkan harga yang lebih murah sebagai bahan bakar ramah lingkungan dengan angka oktan yang lebih tinggi dan emisi yang lebih rendah.Dibandingkan dengan bahan bakar Pertamax. Serta bahan bakar Pertalite diklaim lebih optimal.

– Pertalite hanya mengandung belerang, hingga 0,05 m/m atau 200 ppm, dan tidak mengandung timbal.

– Pertalite sudah tersedia di SPBU seluruh Indonesia dan juga tersedia di Pertamina, sehingga mudah untuk didapatkan.

– Pertalite memiliki warna hijau cerah dan bening yang menarik secara visual.

– diberikan bahan Aditif tambahan yang berguna agar kendaraan yang menggunakan Pertalite dapat menempuh jarak yang lebih jauh, namun kualitas tetap terjaga.

Kekurangan Pertalite :

– Pertalite tidak cocok digunakan pada semua jenis motor dan mobil. Disarankan untuk menggunakan bahan bakar ini untuk mesin cc rendah atau kendaraan di bawah 125 cc. Oleh karena itu, kendaraan dengan mesin cc tinggi dapat menggunakan Pertamax atau Pertamax Turbo sebagai pengganti Pertalite untuk menjaga performa mesin tetap baik.

– Jika Pertalite digunakan pada kendaraan dengan mesin lebih besar dari 125cc, dapat menyebabkan “kesemutan” atau knocking.

– Dibandingkan dengan bahan bakar lain dengan angka oktan tinggi, jarak tempuh per liter hanya sekitar 20%, sehingga Pertalite dianggap sangat mahal.

– Saat digunakan pada sepeda motor dan mobil yang membutuhkan bahan bakar oktan tinggi, Pertalite memperpendek umur komponen kendaraan seperti lengan piston dan piston bahkan dapat merusaknya dengan cepat.

– Dalam jangka panjang, biaya perawatan kendaraan yang menggunakan bahan bakar ini lebih mahal, sehingga penggunaan Pertalite dapat merugikan. Oleh karena itu, Pertamina menyediakan bahan bakar yang lebih baik dari Pertalite : Pertamax dan Pertamax Turbo.

Baca Juga :   Xiaomi TV A2 32 inch Rilis di Indonesia, Berikut Harga dan Spesifikasinya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *