Fisura Ani

Penting ! Pemahaman Fisura Ani & 3 Cara Mengobatinya

Pemahaman Fisura Ani

Fisura ani sebagai istilah klinis yang memvisualisasikan ada robekan di susunan anus. Keadaan ini bukan satu penyakit yang beresiko, tetapi bisa mengakibatkan ketaknyamanan.

Bila tidak diatasi secara baik, bisa memunculkan kompleksitas berbentuk fisura ani yang penting ditangani dengan perlakuan pembandinghan.

Berdasar waktunya, fisura ani dipisah jadi dua, yakni kronis dan kronik. disebutkan kronis bila terjadi dalam kurun waktu kurang dari 8 minggu. Dalam pada itu, pada kronik, fisura sudah tercipta lebih dari 8-12 minggu.

Pada keadaan yang kronik, telah tercipta jaringan parut di wilayah anus, hingga penyembuhannya memerlukan saat yang semakin lama.
Pada fisura , ada cedera pada susunan dalam anus.

Pemicu penyakit ini yang paling umum terjadi ialah karena feses yang besar dan keras yang keluar lewat anus. Feses semacam ini mengakibatkan anus meregang terlalu berlebih hingga susunan dalamnya robek. Akan tetapi, keadaan diare dapat menjadi pemicu fisura ani.

Keadaan klinis yang lain jadi pemicuPenyakit ini  ialah:

• Penyakit Crohn dan colitis ulseratif, yakni infeksi di aliran pencernaan, terutamanya di usus lembut, usus besar, dan rektum (aliran yang menyambungkan di antara usus besar dan anus) yang dikarenakan oleh masalah imunologi

• Infeksi tuberkulosis di aliran pencernaan

• Leukemia (kanker sel darah putih)

• Kanker anus

• Sifilis yang terjadi di wilayah anus

Tanda-tanda Fisura Ani

 

Tanda-tanda penyakit ini ialah ada ngilu di wilayah anus dan biasanya dibarengi dengan keluarnya darah saat bab. Ngilu dirasa khususnya saat bab, dan beberapa saat sampai beberapa saat sesudahnya. Di luar waktu itu, biasanya ngilu di wilayah anus tidak dirasa sama sekalipun.

Baca Juga :   Baru The King's man 3 prekuel Tayang di Indonesia

Tanda-tanda fisura ani yang paling terang ialah pasien akan rasakan ngilu saat bab umumnya sangat luar biasa, sampai dapat membuat pasiennya berasa takut untuk bab kembali karena cemas pada gempuran ngilu itu.
Analisis Fisura

 

Untuk pastikan analisis fisura , dokter akan lakukan interviu dan pengecekan fisik, khususnya di wilayah anus. Umumnya tidak dibutuhkan pengecekan kelanjutan seperti pengecekan darah atau endoskopi untuk pastikan ada fisura .

Karena tanda-tandanya yang serupa dengan wasir (hemoroid), karena itu dokter biasanya harus mengecek wilayah anus dengan cermat untuk menghindar salah analisis. Hal yang membandingkan pada fisura ani ialah ada robekan di wilayah anus. Sementara pada hemoroid, ada tonjolan di luar lubang anus atau pada bagian dalamnya.

Penyembuhan Fisura Ani

 

Penyembuhan penyakit ini umumnya mempunyai tujuan untuk melunakkan feses. Feses yang lunak akan menolong susunan anus agar bisa pulih sendirinya dalam waktu secara singkat.

Untuk penyembuhan penyakit ini dengan melunakkan feses, beberapa hal berikut akan dianjurkan dokter:

• Mengonsumsi serat dengan jumlah yang cukup (minimal 25-35 gr serat setiap hari)

• Mengonsumsi banyak air putih 1,5-2 liter setiap hari

• Menggunakan obat pelunak feses sama sesuai resep dokter

Disamping itu, terkadang dokter akan memberi obat fisura ani yakni anestesi yang memiliki kandungan lidokain untuk kurangi ngilu. Obat ini dibalurkan disekitaran anus. Tidak itu saja, merendam di di air hangat sepanjang 10-20 menit seringkali satu hari bisa juga menolong mengendurkan otot anus hingga ngilu menyusut dan menolong percepat pengobatan.

Dokter dapat memberi obat fisura  dengan obat beri yang memiliki kandungan nitrogliserin. Obat firusa ani ini akan menolong mengendurkan otot anus dan tingkatkan saluran darah ke wilayah anus yang alami robekan, hingga menolong pengobatanpenyakit ini. Nitrogliserin umumnya diberi terutamanya untuk kasus fisura  yang kronik.

Baca Juga :   Berita Baru Penghapusan Pertalite 2021

Perlakuan bedah untuk fisura ani biasanya cuman dilaksanakan untuk kasus fisura  kronik yang tidak lebih baik dengan penyembuhan yang telah dilaksanakan.

Penangkalan Fisura Ani

 

Untuk menahan penyakit ini, gaya hidup sehat seperti aktif bergerak, konsumsi air putih dan serat dengan jumlah yang cukup tiap hari, perlu dilaksanakan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.