Universitas terbuka

Kabar Baik Universitas Terbuka 2021 Untuk Anda

Kabar Baik Universitas Terbuka.

 

Universitas Terbuka (UT) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berdiri sejak tahun 1984. Status Universitas Terbuka terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Informasi.

kenyataannya, masih banyak siswa SMA/sederajat yang tidak mengetahui adanya Universitas Terbuka sebagai pilihan lain untuk masuk PTN.

Secara umum, mahasiswa sudah familiar dengan jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Apakah Anda salah satu yang belum tahu tentang The Open University?

Apa saja fakta tentang Universitas Terbuka?

  1. Anda memiliki pilihan untuk kuliah tatap muka atau online

Universitas Terbuka menawarkan kepada mahasiswa pilihan untuk mengambil TTM (tutorial tatap muka) atau TUTON (tutorial online).

  1. Kuliah diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu.

Kuliah diadakan dua kali seminggu, memungkinkan siswa untuk mencari pekerjaan pada hari kerja. Pilihan ini sangat bagus untuk siapa saja yang memutuskan untuk belajar sambil bekerja.

  1. Biaya kuliah yang terjangkau

Fakta lainnya adalah biaya kuliah yang sangat terjangkau bagi mereka yang memutuskan untuk mendaftar di Universitas Terbuka.

  1. Tidak ada tugas kertas

Secara umum, semua universitas umumnya menerapkan tugas disertasi kepada sarjana sebagai hantu yang menakutkan, bukan?

Fakta yang menarik adalah tidak ditemukannya tugas disertasi di Universitas Terbuka.

Alih-alih memberikan disertasi, Universitas Terbuka menawarkan tugas akhir yang disebut TAP (Program Final Project) dan ujian akhir yang harus diselesaikan mahasiswa.

  1. Adanya fasilitas pembelajaran jarak jauh

Fakta unik lain dari Universitas Terbuka adalah fasilitas pembelajaran jarak jauh yang disediakan universitas untuk mahasiswa.

Baca Juga :   Solusi Tangani 3 Jenis Hepatitis Akut (A, B, C)?

Semua siswa berhak atas buku dan CD untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

Profesor Ojat Darojat, Perdana Menteri Universitas Terbuka, memaparkan perjalanan panjang Universitas Terbuka (UT) untuk beralih status dari Universitas Negeri (PTN) menjadi PTN Badan Hukum untuk pengelolaan keuangan Perguruan Tinggi Negeri (PK-BLU). (PTNBH) semakin menemukan titik terang. Karena, Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Penelitian (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim telah memberikan restunya kepada Universitas Terbuka untuk menjadi PTN Badan Hukum.

Berkah dari Nadiem ini ditandai dengan surat Menteri Pendidikan dan Teknologi No. 0835/E.E3/KB.00/2021 tertanggal 7 Desember 2021 yaitu tentang hal persetujuan bahwanya Universitas Terbuka untuk menjadi PTN berbadan hukum.

“Namun demikian, operasional penuh UT sebagai PTNBH tetap masih harus menunggu keluarnya payung hukum yaitu berupa Peraturan Pemerintah (PP), sehingga keluarga besar UT harus sedikit bersabar,” Ujar Prof Ojat, Senin (20 Desember). , 2021).

Menurut Profesor Ojat, UT kini memasuki babak baru dalam industri pendidikan Indonesia. Karena UT adalah satu-satunya universitas yang menawarkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tidak dapat disangkal bahwa UT sebelumnya memainkan peran eksklusif di pasar pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Monopoli ini membuat UT menjadi “bayi besar”. Disebut besar karena jumlah siswa yang tidak kompetitif mencapai lebih dari 340.000. Tapi tiba-tiba keadaan berubah dan terjadi kebingungan.”

Selama pandemi, banyak universitas menerapkan sistem mode ganda, pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh, menurut Prof Ojat. Munculnya mode kompetensi baru yang mengharuskan UT harus maju bersaing dengan perguruan tinggi tradisional lainnya.

Profesor Ojat mengatakan UT harus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan agar dapat bertahan dan bersaing. Ini akan memungkinkan UT untuk meningkatkan ke PTNBH.

Baca Juga :   Hari Buruh atau May Day Diperingati Tiap 1 Mei, Simak Sejarahnya

“Meningkatkan status perkuliahan adalah bagian penting agar UT bisa menerima semuanya.”

Aspek yang diperlukan. Dengan menjadi PTNBH, UT akan memiliki otonomi sebagai perguruan tinggi yang dapat membuka dan menutup program pembelajarannya sendiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan UT akan memiliki otonomi akademik yang lebih luas. Oleh karena itu, tantangan pemerintah dalam mengelola satu juta siswa dapat terwujud dengan cepat,” kata Profesor Ojat.

Selain itu, Profesor Ojat menambahkan, UT dapat memiliki otonomi dalam pengelolaan dan pengadaan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, dalam status PTNBB, UT tidak harus menunggu kesempatan untuk ditetapkan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh pemerintah, tetapi UT memiliki pegawai yang sesuai dengan kebutuhan UT sendiri dari segi jumlah, kualitas dan kualifikasi. diadopsi. .Selain itu, UT memperoleh otonomi

Otonomi dalam hal anggaran dan pengelolaan barang milik negara (BMN).

“Saat ini jika Universitas terbuka perlu pengadaan dan penghapusan aset,dan itu harus menunggu izin dari kementerian, yang pada akhirnya bisa memakan waktu lama. Begitu UT menjadi PTNBH, UT akan memenuhi semua kebutuhan. Anda dapat memproses dan mengamortisasi aset Anda lebih cepat. , “dia berkata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.